Ciri-ciri dan Struktur Bakteri

By | April 16, 2014

Ciri-ciri dan Struktur Bakteri- Pada umumnya, bakteri tidak memiliki klorofil. Akan tetapi, beberapa jenis bakteri ada yang memiliki pigmen serupa dengan klorofil. Inti sel bakteri tidak memiliki membran inti. Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop karena ukuran tubuhnya hanya beberapa mikrometer (μ m). Umumnya, panjang bakteri antara 1μ m–10μ m dan lebarnya antara 0,7μ m–1,5μ m. Bagaimanakah struktur bakteri? Bakteri memegang peranan penting dalam kehidupan di bumi. Kehidupan makhluk hidup lain, seperti hewan, tumbuhan, dan manusia sangat bergantung pada bakteri. Bakteri berguna dalam mendegradasi atau merombak sampah dan jasad mati. Bakteri juga berguna untuk mengubah komponen-komponen organik menjadi anorganik agar dapat diserap oleh tumbuhan.

Pada setiap sel bakteri, terdapat tiga komponen, yakni dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma. Dinding sel bakteri relatif kaku sehingga dapat memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini menjaga bakteri dari kemungkinan pecah atau mengerut akibat perubahan tekanan osmotik lingkungan. Umumnya, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan, yakni suatu molekul yang mengandung rangkaian disakarida dan ikatan peptida. Membran plasma atau plasmalema pada bakteri merupakan lapisan hialin yang tersusun atas lipoprotein. Membran plasma terletak di bagian dalam dinding sel. Membran ini merupakan pintu keluar dan masuknya zat-zat di dalam sel, seperti glukosa, asam amino, dan zat-zat metabolik lainnya yang merupakan komponen sitoplasma. Di dalam sitoplasma, terdapat inti prokariot yang merupakan pusat pengatur aktivitas sel bakteri. Di dalam sitoplasma, juga terdapat ribosom, sitosol, dan terkadang plasmid. Berdasarkan bentuk tubuhnya, bakteri dikelompokkan menjadi tiga macam. Ketiga golongan bakteri tersebut adalah bakteri coccus (bulat), bacillus (batang), dan spirillum (spiral).

a) Berbentuk coccus

Bakteri coccus terdiri atas berbagai bentuk. Ada yang tersusun tunggal (monococcus), tersusun berpasangan (diplobacillus), tersusun untaian membentuk rantai (streptococcus), dan tersusun seperti buah anggur (staphylococcus)

b) Berbentuk bacillus

Bakteri bacillus memiliki bentuk yang beragam. Ada yang tersusun tunggal atau satu (monobacillus), ada yang tersusun berpasangan atau dua (diplobacillus), dan ada juga yang menyerupai untaian rantai (streptobacillus)

c) Berbentuk spirillum (spiral)

Bakteri spirillum ada yang berbentuk koma, spiral, dan spiroseta (spirochete). Bentuk spiroseta mirip dengan bentuk spiral, hanya lebih berkelok dengan ujung yang lebih runcing. Contoh bakteri berbentuk spirillum, Vibrio comma (bentuk koma), Spirillum sp. (bentuk spiral), dan Spirochaeta palida (bentuk spiroseta). Beberapa jenis bakteri mempunyai struktur tambahan, seperti flagela (tunggal: flagelum) dan pili (fimbriae). Flagela atau bulu cambuk merupakan struktur tambahan pada bakteri yang berbentuk benang dan berfungsi dalam pergerakan bakteri. Flagela dapat ditemukan pada salah satu ujung, kedua ujung, ataupun di seluruh permukaan tubuh bakteri. Berikut ini pengelompokan bakteri berdasarkan letak flagela pada sel bakteri.

a) Atrik, jika tidak memiliki flagela.

b) Monotrik, jika flagelum hanya terdapat pada salah satu ujung bakteri.

c) Lopotrik, jika flagela hanya melekat pada salah satu ujung sel bakteri.

d) Amfitrik, jika flagela melekat pada kedua ujung sel bakteri.

e) Peritrik, jika flagela tersebar di seluruh permukaan tubuh sel bakteri.

Beberapa bakteri memiliki pili (fimbriae), yakni suatu struktur seperti rambut yang menyebar di seluruh permukaan tubuh bakteri. Fungsi fimbriae adalah sebagai alat untuk menempel pada substrat atau inang bakteri. Contoh bakteri yang memiliki fimbriae adalah bakteri penyebab penyakit gonorrhoe (Neisseria gonorrhoeae). Jika keadaan lingkungan buruk, banyak bakteri yang mampu bertahan dengan berubah menjadi kista. Kista berfungsi melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang buruk. Bakteri dalam bentuk kista merupakan keadaan istirahat yang tahan terhadap desinfektan, sinar, kekeringan, panas, ataupun dingin sehingga dapat bertahan selama bertahun-tahun. Pada keadaan tersebut, bakteri akan membentuk spora. Pembentukan spora dimulai dengan timbulnya daerah bening di dekat salah satu ujung bakteri. Lambat laun daerah bening tersebut semakin keruh dan mulai membentuk permukaan spora. Spora yang dibentuk di dalam sel disebut endospora, sedangkan spora yang dibentuk di luar sel disebut eksospora. Jika keadaan lingkungan kembali baik, spora akan tumbuh menjadi individu bakteri. Pertumbuhan bakteri tersebut dimulai dengan meresapnya air ke dalam spora. Kemudian, spora mengembang dan kotak spora menjadi retak.


Artikel lainnya: Pengertian dan Ciri Neutrofil Ciri Macam Nilai Sosial Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi Ciri-ciri Klasifikasi Contoh Archaebacteria Ciri-ciri Umum dan Reproduksi Volvox

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *