Ciri-Ciri Ciliata dan Sporozoa

By | April 4, 2014

Ciri-Ciri Ciliata dan Sporozoa. Berdasarkan alat geraknya protozoa ada berbentuk bulu getar (cilia), kaki semu (pseudopodia), dan cambuk (flagela), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Dengan dasar inilah Protozoa dibedakan menjadi 4 kelas, apa saja yang termasuk dalam kelas Protozoa? Pada bagian ini akan dibahas Ciliata (Filum Ciliophora), dan Sporozoa (Filum Sporozoa).

Ciliata mempunyai beberapa ciri-ciri , antara lain :

1. Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitiv, simetrinya radial.

2. Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat

3. Tubuhnya diselimuti oleh silia , yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic

4. Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dengan mikronukleus.

5. Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi

a) Ciri-Ciri Ciliata (Filum Ciliophora). Amatilah kelompok Ciliata pada Gambar 5.11 di bawah ini!

Gambar 5.11 Macam-macam Ciliata

Gambar 5.11 Macam-macam Ciliata

Ciri khusus apa yang terdapat di dalam kelompok Ciliata? Jika kita amati, ciri yang ada adalah terdapatnya rambut getar atau disebut “silia” yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, tetapi ada juga yang hanya terdapat pada sebagian tubuhnya. Apa fungsi dari silia ini? Silia berfungsi untuk bergerak, silia yang terdapat di sekitar rongga-rongga mulut dapat menimbulkan efek pusaran air yang dapat membantu untuk mengumpulkan makanan. Sesuai dengan organ tubuhnya, Ciliata hidup di tempat yang berair seperti sawah, rawa, atau tanah yang becek.

Gambar 5.12 bagian struktur Paramecium

Gambar 5.12 Paramecium

Ciliata mempunyai sel yang memiliki dua nukleus, yaitu makronukleus dan mikronukleus. Masing-masing nukleus ini mempunyai tugas sendiri-sendiri, makronukleus mengatur struktur dan metabolisme sel dan mikronukleus bertugas untuk mengatur aktivitas reproduksi. Contoh yang terkenal dari Ciliata adalah species Paramecium, amatilah bentuknya pada Gambar 5.12!

Dilihat dari bentuknya, Ciliata berbentuk seperti sandal sehingga dikenal sebagai “hewan sandal”. Ukuran tubuhnya sekitar 250 milimikron. Seluruh permukaan tubuhnya ditumbuhi beribu-ribu silia dan pangkalnya menancap pada polikel. Silia berfungsi sebagai alat gerak maju dan mundur atau berbelok dengan cara menggetarkan silianya. Lekukan pada permukaan sel seperti yang terlihat pada Gambar 5.12 adalah mulut Paramecium yang disebut sitostoma.

Mulut ini berfungsi sebagai jalan makanan masuk dalam kerongkongan sel (sitofaring) dan ujung sitostoma membentuk vakuola makanan sehingga makanan dapat dicerna kemudian diedarkan ke seluruh sel, sari makanannya masuk ke dalam sitoplasma. Sisa makanannya berbentuk padat dan cair, yang padat dikeluarkan melalui membran sel, sedangkan sisa makanan yang berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang berjumlah dua buah dan letaknya di ujung sel. Bagaimana cara Paramecium berkembang biak? Pada dasarnya cara Paramecium berkembang biak sama seperti yang lain, yaitu secara aseksual dengan pembelahan biner melintang dan secara seksual dengan konjugasi dua sel.

(1) Aseksual

Perhatikan pada Gambar 5.13! Paramecium berkembang biak dengan pembelahan biner. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma. Perlu Anda ketahui masing-masing sel anak tersebut identik dan alat sel lainnya mempunyai dua nukleus, sitoplasma.

(2) Seksual

Paramecium juga dapat berkembang biak secara kawin (seksual), yaitu dengan cara konjugasi. Tahukah Anda hewan ini tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina. Agar lebih jelas perhatikan Gambar 5.14!

Gambar 5.13 Pembelahan biner pada Paramecium

Gambar 5.13 Pembelahan biner pada Paramecium

Gambar 5.14 Konjugasi Paramecium

Gambar 5.14 Konjugasi Paramecium

  1. Dua Paramecium saling berdekatan lalu saling menempel. Kemudian terjadi dua sel saling menempel pada bagian mulut sel. Membran sel pada sel yang saling menempel tersebut melebar dan terbentuk suatu saluran.
  2. Pada bagian masing-masing sel terdapat mikronukleus diploid (2n) yang membelah secara meiosis menjadi 4 mikronukleus haploid (n), sedangkan makronukleusnya tidak mengalami perubahan.
  3. Selanjutnya, masing-masing 4 mikronukleus haploid (n), di setiap sel membelah secara mitosis menjadi 8 mikronukleus (n).
  4. 8 mikronukleus (n) yang terbentuk, 7 mikronukleus hancur, sehingga setiap sel hanya memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.
  5. Mikronukleus membelah secara mitosis menjadi 2 mikronukleus, sedangkan makronukleus lenyap, sehingga pada masing-masing sel hanya mengandung mikronukleus.
  6. Terjadi saling tukar-menukar mikronukleus, yaitu mikronukleus pindah ke sel lain dan sebaliknya. Mikronukleus yang saling tukar-menukar tersebut melebur dengan mikronukleus yang tidak pindah. Jadi, setelah hasil peleburan itu, setiap sel memiliki mikronukleus diploid.
  7. Setiap sel yang telah memiliki mikronukleus diploid (2n), selnya pisah dan konjugasi berakhir. Kemudian 1 mikronukleus membelah secara mitosis menghasilkan 2 mikronukleus.
  8. Salah satu dari 2 mikronukleus itu tumbuh menjadi makronukleus, sehingga setiap sel memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.

Anggota Ciliata yang hidup bebas, contohnya adalah Stentor yang memiliki bentuk seperti terompet, pada bagian mulutnya ditumbuhi silia, sedangkan tangkainya melekat pada substrat. Vorticella berbentuk seperti lonceng bertangkai panjang dan Didinium sebagai pemangsa Paramecium. Perhatikan Gambar 5.15 berikut!

(a) Stentor

(a) Stentor

(b) Vorticella

(b) Vorticella

(c) Didinium

(c) Didinium

Selain hidup bebas, ada juga Paramecium yang hidup sebagai parasit, misalnya Balantidium coli, yang bersifat parasit pada manusia, yaitu menyebabkan penyakit diare berdarah yang gejalanya sama dengan penyakit diare. Inang perantara penyakit ini adalah babi, yaitu melalui makanan/minuman yang tercemar oleh kotoran babi yang mengandung Balantidium coli.

b) Ciri-Ciri Sporozoa (Filum Sporozoa)

Sporozoa merupakan satu-satunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat gerak dan bergerak dengan cara meluncurkan tubuhnya dalam medium tempat hidupnya. Sesuai dengan namanya, dia mempunyai ciri khas, yaitu membentuk spora. Sporozoa hidup sebagai parasit. Cara mendapatkan makanannya dengan menyerap nutrisi inangnya, misalnya Plasmodium yang merupakan anggota Sporozoa paling terkenal. Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodium langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian.

(1) Jenis-Jenis Plasmodium

Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya.

(a) Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).

(b) Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama dengan pada malaria tersiana.

(c) Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam).

(d) Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan.

(2) Cara hidup Plasmodium

Karena Plasmodium ini dalam hidupnya menempati dua inang, yaitu nyamuk dan manusia, maka dia mengalami dua fase siklus hidup. Perhatikan daur hidup yang dijalani oleh Plasmodium penyebab penyakit malaria pada Gambar 5.16!

Gambar 5.16 Daur hidup Plasmodium

Gambar 5.16 Daur hidup Plasmodium

Dari Gambar 5.16 terlihat bahwa daur hidup Plasmodium ada dua, yaitu:

(a) Fase di dalam tubuh nyamuk (fase sporogoni)

Di dalam tubuh nyamuk ini terlihat Plasmodium melakukan reproduksi secara seksual. Pada tubuh nyamuk, spora berubah menjadi makrogamet dan mikrogamet, kemudian bersatu dan membentuk zigot yang menembus dinding usus nyamuk. Di dalam dinding usus tersebut zigot akan berubah menjadi ookinet ookista sporozoit, kemudian bergerak menuju kelenjar liur nyamuk. Sporozoit ini akan menghasilkan spora seksual yang akan masuk dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.

(b) Fase di dalam tubuh manusia (fase skizogoni)

Setelah tubuh manusia terkena gigitan nyamuk malaria, sporozoit masuk dalam darah manusia dan menuju ke sel-sel hati. Di dalam hati ini sporozoit akan membelah dan membentuk merozoit, akibatnya sel-sel hati banyak yang rusak. Selanjutnya, merozoit akan menyerang atau menginfeksi eritrosit. Di dalam eritrosit, merozoit akan membelah diri dan menghasilkan lebih banyak merozoit. Dengan demikian, ia akan menyerang atau menginfeksi pada eritrosit lainnya yang menyebabkan eritrosit menjadi rusak, pecah, dan mengeluarkan merozoit baru. Pada saat inilah dikeluarkan racun dari dalam tubuh manusia sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi demam. Merozoit ini dapat juga membentuk gametosit apabila terisap oleh nyamuk (pada saat menggigit) sehingga siklusnya akan terulang lagi dalam tubuh nyamuk, demikian seterusnya. Coba Anda pikirkan fase apakah yang terjadi di dalam tubuh manusia? Selain Plasmodium, ada juga anggota Sporozoa yang merugikan manusia, yaitu Toxoplasma gandii, yaitu merupakan penyebab penyakit toksoplasmosis yang menyebabkan meningitis, hepatitis, dan infeksi janin manusia. Jika menyerang janin dalam kandungan, maka bayi yang lahir akan mati atau lahir dengan cacat mental, kebutaan, serta terjadinya pembengkakan hati.

Bagaimana manusia dapat terkena penyakit ini? Penyakit ini antara lain ditularkan melalui makanan, khususnya daging yang pemasakannya kurang matang, yang sangat baik sebagai tempat hidupnya tropozoit (kista toksoplasma). Bisa juga ditularkan oleh hewan bangsa kucing dan burung, karena di dalam sel-sel usus kucing akan terjadi fase seksual dari T. gandii. Adakah kucing atau burung yang menjadi peliharaan di rumah Anda? Jika ada, maka Anda harus lebih berhati-hati agar tidak tertular penyakit ini.


Artikel lainnya:

One thought on “Ciri-Ciri Ciliata dan Sporozoa

  1. aqila vanadia

    gambar bagian2 tubuhnya diperjelas kembali..juga perbanyak contohnys

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *