Ciri-ciri Umum Echinodermata

By | August 29, 2014

Ciri-ciri Umum Echinodermata – Echinodermata pada umumnya merupakan hewan sesil, tetapi ada juga Echinodermata yang bergerak dengan lambat. Hewan Echinodermata memiliki simetri tubuh radial. Echinodermata merupakan hewan triploblastik selomata. Pada permukaan tubuh Echinodermata terdapat duri (Echino yang berarti landak dan derma artinya kulit). Selain kulitnya yang berduri, hewan ini juga mempunyai ciri dengan jumlah organ tubuh kelipatan lima. Hewan Echinodermata berkulit tipis menutupi eksoskeleton keras yang terbuat dari zat kapur. Habitat Echinodermata di laut. Dalam ekosistem laut, hewan-hewan anggota filum Echinodermata berkedudukan sebagai konsumen dalam berbagai tingkatan, yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan. Sistem pencernaannya lengkap berupa mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.

Bentuk atau morfologi Echinodermata bermacam-macam, ada yang seperti bintang, pipih, bulat, memanjang, dan bahkan seperti tumbuhan. Hewan Echinodermata memiliki ciri, yaitu memiliki rangka dalam (endoskeleton) yang berduri dan duri tersebut menembus kulit. Yang khas pada filum Echinodermata adalah struktur pembuluh air (water vascular system), yaitu suatu jaringan hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran, disebut kaki tabung yang berfungsi untuk lokomosi (pergerakan), makan dan pertukaran gas.

struktur-bintang-laut

Echinodermata bereproduksi secara seksual. Dalam reproduksinya, dihasilkan gamet jantan dan gamet betina. Gamet jantan dan gamet betina ini dihasilkan dari individu yang berbeda. Echinodermata memiliki sekitar 7.000 spesies yang semuanya hidup di laut. Echinodermata dibagi menjadi lima classis, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea, dan Holothuroidea.

Echinodermata merupakan hewan pemakan bangkai dan kotoran hewan di laut sehingga Echinodermata mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Secara ekonomis Echinodermata hanya sedikit sekali manfaatnya bagi manusia. Beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan makanan, misalnya teripang, dan kerangka dari beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan hiasan.

Berikut ini karakteristik filum echinodermata secara umum:

a. Semua echinodermata hidup di air laut;

b. Simetri radial atau pentaradial , selalu terbagi 5 bagian;

c. Tidak ada kepala;

d. Tidak bersegmen;

e. Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan;

f. Tubuh ditutupi oleh epidermis yang di sokong oleh skeleton yang tetap dan spina;

g. Sistem pencernaan sederhana (beberapa di antaranya dilengkapi dengan anus), rongga tubuh bersilia, biasanya luas, di isi dengan/mengandung sel bebas (amoebosit);

h. Respirasi dengan papulae, kaki tabung atau dengan pohon respirasi;

i. Jenis kelamin terpisah, gonat besar, fertilisasi eksternal, telur banyak, larva mikroskopik, bersilia, biasanya berenang bebas, mengalami metamorfosis. (Stoner, 1961: 270);

j. Semua echinodermata hidup di laut;

k. Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak dan sangat lambat;

l. Tampilan khusus anggota filum ini seluruhnya memiliki duri. Tepat dibawah kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka;

m. Tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari sebuah cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah;

n. Mereka memiliki sistem peredaran air yang terdiri dari sederet tabung berisi cairan yang dipakai dalam pergerakan;

Tabel di bawah ini merangkum sifat-sifat penting kelas echinodermata. Salah satu kelas – yaitu bintang laut – akan dibahas lebih detil:

Kelas Contoh Ciri-ciri
Crinoidea Lilia laut, bulu laut Sessil, menempel menggunakan batang; lengan bercabang; kaki tabung bersilia dipakai untuk makan; beberapa spesies berenang bebas
Asteroidea Bintang laut Bergerak bebas dengan kaki tabung; tangan bercabang dari cakram pusat
Ophiuroidea Bintang ular, bintang rapuh, bintang keranjang Bergerak bebas; lengan luwes yang tipis memancar dari cakram; kaki tabung dipakai sebagai indera dan untuk makan
Echinoidea Dollar pasir; biskuit laut; bulu babi Bergerak bebas; badan menyatu dalam lempengan atau cakram lempeng, tanpa sinar bebas, tertutup dengan lempeng kapur; beberapa spesies tertutup dengan duri
Holothuroidea Teripang Bergerak bebas; tubuh luwes & panjang dengan mulut di satu ujungnya; kadang memiliki tentakel; unsur kerangka kulit sudah mulai lenyap

contoh Echinodermata

a.    Kelas Asteroidea (bintang  Laut)

Sesuai dengan namanya, maka tubuh berbentuk bintang dengan lima atau bagian radial. Terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran pada permukaan kulit tubuh baik oral maupun aboral dan pada sekitar dasar duri terdapat bentuk jepitan pada ujungnya yang disebut pedicellaria. Pada salah satu bagian antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madereporit sebagai tempat masuknya air dalam sistem vascular air atau ambulakral. Anus terdapat di tengah bagian dorsal sedang mulut di bagian oral. Penyokong tubuh tersusun dari lembaran kapur atau ossicullus (Brotowidjoyo, 1993).

Penyokong tubuh dari klas ini terjadi dalam branchia dermalis yang terletak pada aboral, system saraf terdiri atas batang saraf radial pada masing-masing lengan. Seks pada Bintang Laut terpisah yaitu ada yang jantang dan ada yang betina. Fertilisasi terjadi di dalam air, kemudiah hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi larva bipinria. Bintang laut mempunyai daya regenerasi yang tinggi.

Beberapa jenis bitang laut mempunyai warna cerah yang indah, merah, jingga, biru, atau dengan beberapa pola yang menarik dan warna yang kontras (Nontji, 1993). Bintang laut hidup di daerah yang berkarang, substrat  kasar, substrat lunak, dan umumnya terdapat di daerah terumbuh karang. Bintang laut merayap melewati batu-batu dan tinggal dalam pasir.

Kemampuan bintang luat untuk beradaptasi dengan selinitasi ditunjukkan oleh beberapa spesies, misalnya asterias rubens hanya tahan terhadap salinitas rendah, sedangkan luidia clathrata mempunyai toleransi tertentu terhadap salinitas di alam, hewan ini hidup pada salinitas sekitar 27% (Jasin, 1989).

b.    Klas Ophiuroidea (Bintang Ular)

Bintang ular mempunyai tubuh seperti bola cakram kecil dengan lima lengan panjang. Di bagian seperti lateral terdapat duri, sedangkan bagian dorsal serta ventral tidak terdapat duri. Bagian dalam dari ruas sebagian besar terisi ossicula yang silindris sehingga memungkinkan lengan dapat di bengkokkan. Pada lengan juga terdapat kaki ambulakral kecil yang sering disebut sebagai teritakel yang terletak secara ventro lateral dengan alat hisap atau ampullae yang beralat sensoris dan juga membantu pernafasan yang memungkinkan makanan dapat masuk ke mulut. Mulut terletak di pusat tubuh yang dikelilingi lima kelompok lempeng kapur dan tidak memiliki anus. Madreporit terletak di daerah permukaan dekat mulut. Bersifat biseksual dan fertilisasi terjadi di luar dengan larva bersilia (Brotowidjoyo, 1993).

Bintang ular yang hidup di daerah tropis pada umumnya hidup pada perairan dengan suhu antara 27 – 300 C, namun daya tahan terhadap suhu ini tergantung kedudukan geografis dan ke dalaman (Suryatim 1999).

c.    Kelas Enchinoidea (landak lut)

Hewan-hewan yang masuk klas Enchinoidea berbentuk bundar, tidak berlengan, tetapi memiliki duri-duri yang dapat digerakkan. Pada umumnya Landak Laut memiliki jarohan atau viscera yang tersimpan dalam cangkok. Bulu babi memiliki lima jalur kaki ambulakral yang terselang oleh daerah interambulakral yang agak lebar tanpa kaki. Beberapa jenis Ennchinoidea memiliki kelenjar racun. Di antara duri-duri terdapat pedicellaria yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dan tuntuk menangkap makanan kecil. Anus terletak di pusat tubuh pada permukaan aboral. Sedangkan mulut yang dilengkapi oleh lima buah gigi terletak di daerah oral dan madreporit terletak di daerah aboral (Brotowijoyo, 1993).

Pada landak laut terdapat sebuah pembuluh sirkular, lima buah pembuluh tabung telapak dengan ampula. Terdapat cincin saraf dengan lima buah cabang dan sebuah pleksus saraf. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi terjadi di dalam air. Larva yang terbentuk bersimetri bilateral, berenang bebas dan disebut larva pluteus. Batas toleransi salinitas kelompok bulu babi penghuni laut sejati antara 30 – 34 % (Suryati, 1999).

d.    Kelas Holoturoidea (Teripang)

Mentimun laut mempunyai tubuh bulat memanjang dengan garis oral ke aboral sebagai sumbu, tubuh terlipat oleh kulit yang mengandung ossicula yang mikroskopis. Di bagian anterior mulut terdapat 10 -13 tentakel yang dapat di julurkan dan ditarik kembali. Holothuroidea meletakkan diri dengan bagian dorsal di sebelah atas. Kaki ambulakral dapat berkontraksi dan berfungsi sebagai alat respirasi. Daerah ventral terdapat tiga daerah kaki ambulakral yang memiliki alat hisap, yang berfungsi untuk bergerak dan tiga baris ada posisi dorsal dipakai untuk bernafas. Madreporit terletak dalam coelom. Pada hewan ini terdapat suatu cincin saraf dan saraf-saraf radier. Teripang cepat bereaksi terhadap rangsangan. Biasanya jenis kelamin terpisah namun ada juga yang hermaprodit dengan larva bersimetri bilateral (Brotowidjoyo, 1993).

Beberapa spesies seperti Thyonidium Pelluidum, Thyone sp, dan Drotankyra similis dapat hidup di perairan payau dengan salinitas sekitar 20 tapi beberapa anggota kelas Holothuroidea tidak tahan terhadap salinitas yang rendah (Aziz, 1991).

e.    Klas Crinoidea (Lili Laut)

Hewan klas Crinoidea mempunyai bentuk seperti bunga lili yang bisa hidup di dalam laut dengan ke dalaman 3,648 m. Tubuh berbentuk seperti cangkir yang disebut calyx yang tersusun dan lempengan kapur. Dari calyx  itu tersembul lima lengan yang lentur dengan tentakel yang pendek dimana masing-masing memiliki pinullae yang banyak sekali sehingga seperti bulu burung yang terurai beberapa jenis Lili laut memiliki stalk atau tangkai yang berfungsi untuk melekat pada dasar laut atau substrat. Mulut terletak pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Pada bagian oral terdapat lekukan ambulakral yang berisi tentakel seperti kaki bulu, fertilisasi berlangsung secara internal, bahkan zigot berkembang di dalam tubuh (Jasin, 1989).

Lili laut membutuhkan air laut yang bersalinitas tinggi dengan toleransi pada air laut normal sampai salinitas 28 – 36 % (Suryati, 1999).

Artikel Terkait

One thought on “Ciri-ciri Umum Echinodermata

  1. anggie lestari

    kurang menarik artikelnya, seharusnya harus ada ciri cirinya, tetapi itu tapi tidak ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *