Ciri-ciri Annelida

Gambar 8.28 contoh AnnelidaGambar 8.28 Annelida

Ciri-ciri Annelida- Filum cacing yang lain adalah Annelida (annulus berarti cincin kecil), artinya bentuk cacing ini seperti cincin atau gelang-gelang. Anggota filum annelida adalah cacing tanah. Pernahkan Anda melihat cacing tanah? Habitat cacing ini pada tanah yang lembap, dan air. Ada yang hidup bebas dan ada juga yang hidup sebagai parasit. Bagaimana struktur tubuh Annelida?

Ciri-ciri annelida

1. Bilateral simetris, memiliki tiga lapisan sel (triploblastik), tubuhnya bulat dan memanjang biasanya dengan segmen yang jelas baik eksternal maupun internal.

2. Appendages kecil berupa setae (rambut)

3. Tubuh ditutupi kutikula tipis dan lembab terletak disebelah atas epithel columnar yang banyak mengandung sel-sel kelenjar dan sel sensoris.

4. Dinding tubuh disusun oleh lapisan otot circular dan longitudinal, coelom berkembang dengan baik (kecuali Hirudinea) yang disebut schizocoelom.

5. Alat pencernaan komplit, yang memanjang disepanjang tubuhnya.

6. Sistem peredaran darah tertutup, dengan pembuluh darah yang memanjang (sinuscoelom dengan cabang-cabang lateral pada setiap ruas. Plasma darah umumnya berisi haemoglobin dan amoebocyte yang bergerak bebas.

7. Respirasi melalui epidermis atau permukaan tubuh

8. Sistem ekskresi dengan sepasang nephridia pada setiap ruas.

9. Sistem saraf dengan sepasang ganglia cerebral (otak) yang dihubungkan ketalisaraf (nervecord) yang meluas disepanjang tubuhnya.

10. Umunya berumah satu tetapi tidak dapat melakukan pembuahan sendiri. Pada Polichaeta berumah dua memiliki bentuk larva yang disebut trocophora.

1) Morfologi dan Fisiologi Annelida

Golongan cacing annelida mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Jika Anda amati, cacing annelida tersebut sudah mempunyai rongga sejati disebut triplobastik selomata. Bentuk tubuh annelida bersegmen-segmen dilapisi oleh kutikula, tersusun oleh gelang kecil yang dibatasi dengan sekat berbentuk seperti cincin atau gelang. Jika cacing annelida ini dipotong menjadi dua bagian yang sama, maka bentuk tubuhnya simetri bilateral.

Struktur Tubuh annelida

Struktur Tubuh annelida

Tahukah Anda bahwa Annelida ini mempunyai sistem pencernaan sempurna yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, usus halus, dan anus. Selain itu, annelida juga mempunyai sistem ekskresi berupa nefridia. Respirasi annelida melalui permukaan tubuh atau insang. Pada tiap-tiap segmen terdapat organ ekskresi, sistem saraf, dan sistem reproduksi.

2) Perkembangbiakan Annelida.

Bagaimana cacing annelida ini berkembang biak? Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum. Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat/wadah telur yang telah dibuahi.

Meskipun Annelida ini bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis. Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur yang telah dibuahi.

3) Cara Hidup dan Habitat

  • Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia
  • Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap
  • Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri

Sistem Peredaran Darah

  • Sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup
  • Pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen
  • Darah mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah
  • Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh
  • Terdapat tiga pembuluh utama, satu terletak di dorsal (= punggung) dan dua di ventral (= bagian perut)
  • Pembuluh dorsal berperan sebagai jantung utama yang memompa darah melalui gerak peristaltik
  • Pada bagian anterior (=depan) tubuh cacing terdapat lima pasang pembuluh melengkung yang mengitari saluran pencernaan sehingga menghubungkan pembuluh dorsal dengan pembuluh ventral
  • Kelima pasang pembuluh ini berperan sebagai jantung tambahan yang membantu memompa darah menuju ke ventral tubuh cacing. Disebut juga jantung aorta.

Sistem Pernafasan

  • Belum memiliki organ pernafasan khusus
  • Pada cacing tanah, seluruh permukaan kulit luarnyadipergunakan sebagai organ respirasi
  • Kulit cacing tanah selalu lembab yang memudahkan terjadinya pengikatan oksigen dan difusi oksigen masuk ke dalam tubuh
  • Di bawah kulitnya terdapat anyaman kapiler yang sangat padat. Kapiler inilah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh cacing dan mengangkut sisa hasil metabolisme menuju ke permukaan kulit untuk berdifusi keluar.

Sistem Ekskresi

  • Menggunakan nefridia
  • Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya
  • Cairan tubuh memasuki nefridium melalui membran nefrostome yang berbentuk seperti gelembung/ corong
  • Nefridium berhubungan dengan kapiler darah
  • Nefridium berhubungan dengan lingkungan luar oleh suatu lubang yang disebut nefridiopori, tempat kotoran keluar

SISTEM SARAF

  • Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali
  • Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior

Sistem Reproduksi

  • Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet, namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi
  • Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris)
  • Ovum dan sperma dihasilkan di klitellum, di dalamnya terdapat kelenjar yang digunakan untuk membungkus telur menjadi kokon

Cara Annelida melakukan perkawinan

  • Pembuahan terjadi secara silang
  • Dua cacing tanah kawin dengan cara mengatur diri mereka sedemikian rupa sehingga dapat saling memprtukarkan sperma dan kemudian akan memisah
  • Sperma yang diterima akan disimpan secara temporer di klitelum
  • Klitelum mensekresikan kokon/kepompong, yang dapat bergeser di sepanjang tubuh cacing, kemudian mengambil telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan
  • Kemudian kepompong lepas dari cacing dan berkembang di dalam tanah

3) Jenis-Jenis Annelida

Jika Anda meraba permukaan tubuh cacing annelida ini akan seperti terasa duri/rambut halus disebut seta. Seta ini berguna untuk bergerak. Bagaimana dengan hasil pengamatan Anda? Dengan dasar ada tidaknya seta, maka filum annelida ini dibagi menjadi kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

a) Ciri-ciri Polychaeta

  • Merupakan annelida berambut banyak
  • Tubuh dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.
  • Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas
  • Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin, membantu melekat pada substrat serta membantu pergerakan
  • Sebagian besar adalah hewan laut
  • Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte sp.) yang berwarna cerah
  • Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis sp., Marphysa sanguinea, Eunice viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing wawo).

Sesuai dengan namanya, kelompok cacing ini berambut banyak. Tiap segmen dilengkapi dengan parapodia, yaitu semacam kaki yang terdapat pada sisi kanan dan kiri tubuhnya. Kepala dapat terlihat jelas dan bermata. Anggota species cacing jenis ini paling banyak di antara cacing yang lain. Habitat berada di laut. Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah dapat dibedakan, larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut dengan trokopor. Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh. Anggota yang terkenal jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele). Di negara kita banyak terdapat di daerah Maluku, pada musim tertentu akan muncul di permukaan air laut. Cacing ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan yang mengandung protein tinggi.

b) Ciri-ciri Oligochaeta

  • Annelida berambut sedikit
  • Tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen
  • Contoh Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima sp), cacing merah (Tubifexsp.), dan cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani)
  • Cacing ini memakan organisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah
  • Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah

Bentuk cacing Oligochaeta berkebalikan dari cacing Polychaeta, yaitu mempunyai sedikit seta/rambut, tidak mempunyai mata dan parapodia. Misalnya, cacing tanah (Pheretima sp.) berada di Asia, Lumbricus sp. Berada di Amerika. Cacing tanah mempunyai peranan penting dalam menyuburkan tanah, mengapa? Makanan cacing ini adalah zat-zat organik. Setelah zat-zat sisa organik dimakan cacing, selanjutnya dicerna di dalam usus yang dibantu oleh enzim selulose. Jika cacing mengeluarkan feses, maka akan dikeluarkan di permukaan tanah. Feses tersebut masih banyak mengandung kalium fosfor dan nitrogen sehingga tanah di permukaan menjadi subur, selain itu, cacing tanah ini banyak membuat lubang di dalam tanah sehingga pada tempat tinggalnya terdapat aerasi/pertukaran udara berjalan dengan baik.

Apakah Anda mengetahui cacing tanah ini juga sangat baik menjaga lingkungan? Dewasa ini telah banyak dikembangkan cara beternak cacing tanah dengan sampah-sampah organik. Cacing ini akan berkembang biak dengan baik dan dapat digunakan untuk makanan ternak dan ikan karena mengandung protein yang tinggi dan sebagian dapat digunakan untuk pupuk. Karena sampah-sampah tersebut dimanfaatkan, maka pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Dengan demikian, lingkungan tetap dapat terjaga dengan baik. Perlu Anda ketahui ada satu species, yaitu Tubifex sp. yang dapat dipakai sebagai “indikator pencemaran air yang berat” cacing ini hidup di got, sungai, dan parit yang tercemar bahan organik biasanya air tersebut berwarna merah. Makanan cacing ini adalah zat-zat organik dalam air tersebut. Jadi, jika tidak ada zat organik dalam air tersebut, maka cacing ini tidak dapat hidup. Dengan demikian apabila dalam suatu peristiwa terdapat banyak cacing Tubifex, maka perairan di daerah itu telah tercemar.

c) Ciri-ciri Hirudinea

  • Sebagian besar adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia
  • Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput
  • Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa sp.(pacet) dan Hirudo sp. (lintah)
  • Saat merobek atau membuat lubang lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.

Anggota jenis cacing ini tidak mempunyai rambut, parapodia, dan seta. Pernahkah Anda melihat lintah (Hirudinaria javanica) atau pacet (Haemadippza zeylania)? Tempat hidup hewan ini ada yang berada di air tawar, air laut, dan di darat. Anda pasti sudah mengetahui bila lintah merupakan hewan pengisap darah, pada tubuhnya terdapat alat pengisap di kedua ujungnya yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya. Pada saat mengisap, lintah ini mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat antipembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. Setelah kenyang mengisap darah, lintah itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam air.

Bentuk tubuh lintah ini pipih, bersegmen, mempunyai warna kecokelatan, dan bersifat hemaprodit. Pada musim kawin, klitelum akan keluar. Setelah terjadi perkawinan, alat tersebut mensekresikan kokon untuk menyimpan telur dan sperma. Bagaimana kita melepaskan lintah atau pacet yang menempel pada tubuh kita? Bagaimana pula cara kita menghindari agar tidak tertempel hewan ini? Coba carilah informasi tentang hal ini!

Artikel terkait Ciri-ciri Annelida:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Materi SMA © 2014