Pengertian Nasionalisme

By | March 13, 2014

Pengertian Nasionalisme – Ada dua fenomena menarik yang terjadi di Indonesia pada awal abad XX. Pertama, setelah selesainya upaya-upaya penaklukan maka kekuasaan pemerintah kolonial telah utuh dan konkret. Hampir seluruh Nusantara telah jatuh ke dalam satu kekuasaan, pemerintahan, hukum dan administrasi kolonial. Kedua, sebagai akibat dari sistem pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial, muncul kelompok elite baru dari kalangan bangsawan. Kelompok inilah yang mampu memformulasikan permasalahan yang dihadapi oleh bangsanya dan menerjemahkan ke dalam beragam bentuk gerakan. Mereka terdiri atas para mahasiswa yang telah mendapat pendidikan Barat dan karenanya mampu memahami konsep-konsep yang berkembang di Barat. Salah satu konsep yang berhasil mereka peroleh dan kembangkan adalah nasionalisme.

Nasionalisme adalah konsep yang muncul di Barat sejak abad XVII. Sejak abad itu, Inggris telah memiliki kesadaran untuk tampil sebagai bangsa yang mampu memimpin Eropa. Kesadaran ini merupakan penjelmaan dari gerakan sosial yang menginginkan kemerdekaan individu. Pelopor gerakan ini adalah John Locke yang menekankan bahwa kemerdekaan individu, kemuliaan dan kebahagiaannya merupakan unsur asasi dari semua kehidupan nasional. Dalam perkembangannya, gerakan sosial di Inggris memengaruhi pula bangsa Prancis. Nasionalisme yang berkembang di Prancis dipengaruhi oleh renaisans yang menginginkan kebebasan dari pengawasan gereja.

Pelopornya adalah J.J. Rousseau yang berpendapat bahwa masyarakat politik sejati hanya bisa didasarkan atas sifat-sifat luhur warganya dan cintanya kepada tanah air. Puncak gerakan nasionalisme terjadi pada awal abad XX di mana muncul negara bangsa di kawasan Asia dan Afrika sebagai reaksi atas praktik kolonialisme dan imperialisme Barat.

Ada beberapa pengertian tentang nasionalisme, antara lain nasionalisme bisa dipahami sebagai bersatunya sekelompok individu dengan individu lain karena adanya dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Dorongan yang lain adalah kesatuan perasaan dan perangai yang muncul karena adanya persamaan nasib. Dalam perkembangannya, nasionalisme mengarah pada upaya pembentukan negara. Oleh karena itu, nasionalisme juga berarti kesetiaan tertinggi seorang individu yang diberikan kepada negara dan bangsa.

Dari pengertian di atas tentu kita bisa membuat batasan pengertian tentang nasionalisme. Nasionalisme berkaitan dengan eksistensi sebuah kelompok atau bangsa dan adanya keinginan untuk bersatu meskipun beragam perbedaan ada di antara mereka. Keinginan itu biasanya muncul ketika adanya tekanan dari bangsa lain dalam bentuk penjajahan atau kolonialisme. Oleh karena itu, secara politis nasionalisme adalah gerakan yang berusaha menghancurkan kolonialisme untuk membangun negara bangsa yang merdeka. Gerakan itu semakin efektif saat didukung oleh adanya perasaan senasib sependeritaan dan kesadaran kebangsaan dari warganya.

Tumbuh dan berkembangnya nasionalisme modern, pada dasarnya disebabkan karena struktur sosial tradisional dengan sistem hubungan yang didasarkan pada persamaan–persamaan yang bersifat primordialistik itu dipandang tidak cocok lagi dengan perkembangan keadaan alam dan zaman karena basis dasarnya dinilai terlalu konservatif dan dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat chauvinistik atau nasionalisme yang berlebihan, antagonistik, serta ketertutupan negara terhadap pengaruh negara lain.

Selain itu, sebab lain lahirnya nasionalisme adalah penaklukan negara bangsa lain oleh negara tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat negara bangsa yang ditaklukan. Oleh sebab itu, nasionalisme sering diasosiasikan sebagai ekspansinisme, imperialisme, dan peperangan.

Lahirnya Nasionalisme Indonesia Indonesia telah dijajah oleh bangsa Barat sejak abad XVII, namun kesadaran nasional sebagai sebuah bangsa baru muncul pada abad XX. Kesadaran itu muncul sebagai akibat dari sistem pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial. Karena, melalui pendidikanlah muncul kelompok terpelajar atau intelektual yang menjadi motor penggerak nasionalisme Indonesia. Melalui tangan merekalah, perjuangan bangsa Indonesia di dalam membebaskan diri dari belenggu kolonialisme dan imperialisme Barat memasuki babak baru. Inilah yang kemudian dikenal dengan periode pergerakan nasional. Perjuangan tidak lagi dilakukan dengan perlawanan bersenjata tetapi dengan menggunakan organisasi modern.

Ide-ide yang muncul pada masa pergerakan nasional hanya terbatas pada para bangsawan terdidik saja. Selain merekalah yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi juga karena hanya kelompok bangsawanlah yang mampu mengikuti pola pikir pemerintah kolonial. Mereka menyadari bahwa pemerintah kolonial yang memiliki organisasi yang rapi dan kuat tidak mungkin dihadapi dengan cara tradisional sebagaimana perlawanan rakyat sebelumnya. Inilah letak arti penting organisasi modern bagi perjuangan kebangsaan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan lahirnya nasionalisme Indonesia. Secara umum bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam dan luar. Faktor dari dalam antara lain sebagai berikut.

a. Seluruh Nusantara telah menjadi kesatuan politik, hukum, pemerintahan, dan berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Ironisnya adalah eksploitasi Barat itu justru mampu menyatukan rakyat menjadi senasib sependeritaan.

b. Munculnya kelompok intelektual sebagai dampak sistem pendidikan Barat. Kelompok inilah yang mampu mempelajari beragam konsep Barat untuk dijadikan ideologi dan dasar gerakan dalam melawan kolonialisme Barat.

c. Beberapa tokoh pergerakan mampu memanfaatkan kenangan kejayaan masa lalu (Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram) untuk dijadikan motivasi dalam bergerak dan meningkatkan rasa percaya diri rakyat di dalam berjuang menghadapi kolonialisme Barat.


Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *