Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

By | February 23, 2014

Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan. Ada 9 point penting perbedaan sel hewan dan tumbuhan. Gulih untuk mengetahui perbedaan sel hewan dan tumbuhan.

a. Sel tumbuhan

1) Dinding sel

Dinding sel tipis dan berlapis-lapis. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, setiap sel baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel tumbuhan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.

Dinding rumah terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).

2) Vakuola

Vakuola atau rongga sel adalah suatu rongga atau kantung berisi cairan yang dikelilingi oleh membran. Pada sel tumbuhan, khususnya pada sel parenkim dan kolenkim dewasa memiliki vakuola tengah berukuran besar yang dikelilingi oleh membran tonoplas.

Vakuola terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Vakuola Kontraktil dan Vakuola nonkontraktil (vakuola makanan). Vakuola kontraktil berufngsi sebagai osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi. Vakuola nonkontraktil berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil makanan.

Pada sel daun dewasa, vakuola mendominasi sebagian besar ruang sel sehingga seringkali sel terlihat sebagai ruang kosong karena sitosol terdesak ke bagian tepi dari sel.

Fungsi Vakuola: 1. Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa 2. Tempat menyimpan pigmen (daun, bunga dan buah) 3. Tempat penyimpanan minyak atsirik (golongan minyak yang memberikan bau khas seperti minyak kayu putih) 4. Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel) 5. Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit

Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia.

Fungsi lain vakuola:

  • Memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgor sel.
  • Adanya pigmen antosian memberikan kemungkinan warna cerah yang menarik pada bunga, pucuk daun, dan buah.
  • Kadangkala vakuola tumbuhan mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu sel masih hidup.
  • Menjadi tempat penimbunan sisa-sisa metabolisme.
  • Tempat penyimpanan zat makanan.
Gambar 1.9 Sel tumbuhan.

Gambar 1.9 Sel tumbuhan.

3) Plastida

Plastida merupakan organel yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan berupa butir-butir yang mengandung pigmen atau zat warna. Plastida dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

a) Leukoplas

Leukoplas adalah plastida yang berwarna putih atau tidak berwarna. Umumnya leukoplas terdapat pada organ tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari dan berguna untuk menyimpan cadangan makanan. Berdasarkan fungsinya, leukoplas dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Amiloplas, yaitu leukoplas yang berfungsi membentuk dan menyimpan amilum.
  • Elaioplas, yaitu leukoplas yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan lemak.
  • Proteoplas, yaitu leukoplas yang berfungsi menyimpan protein.

b) Kloroplas

Kloroplas adalah benda terbesar dalam sitoplasma sel tumbuhan. Kloroplas banyak terdapat pada daun dan organ tumbuhan lain yang berwarna hijau. Kloroplas yang berkembang dalam sel daun dan batang yang berwarna hijau mengandung pigmen yang berwarna hijau atau klorofil. Klorofil  berfungsi menyerap energi cahaya matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis dan mengubahnya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel.

Klorofil dibedakan menjadi bermacam-macam, antara lain:

  • klorofil a menampilkan warna hijau biru,
  • klorofil b menampilkan warna hijau kuning,
  • klorofil c menampilkan warna hijau cokelat,
  • klorofil d menampilkan warna hijau merah.

Kloroplas disusun oleh sistem membran yang membentuk kantung-kantung pipih yang disebut tilakoid. Tilakoid tersebut tersusun bertumpuk yang membentuk struktur yang disebut grana (tunggal, granum). Cairan di luar tilakoid disebut stroma. Dengan demikian di dalam kloroplas terdapat dua ruangan yaitu ruang tilakoid dan stroma.

  • proplastid, bentuk belum “dewasa” atau bentuk plastid yang belum membentuk pigmen
  • amiloplas, bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji.
  • elaioplas, bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji)
  • etioplas, bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan.

Plastid adalah organel vital pada tumbuhan. Fungsinya adalah sebagai tempat fotosintesis, sintesis asam-asam lemak, serta beberapa fungsi sehari-hari sel.

Secara evolusi plastid dianggap sebagai prokariota yang bersimbiosis ke dalam sel eukariota dan kemudian kehilangan sifat otonomi penuhnya. Teori endosimbiosis ini mirip dengan yang terjadi terhadap mitokondria namun introduksi plastid dianggap terjadi lebih kemudian.

c) Kromoplas

Kromoplas adalah plastida yang memberikan warna yang khas bagi masing-masing tumbuhan. Perbedaan warna pada kromoplas disebabkan oleh perbedaan pigmen yang dikandungnya. Pigmen-pigmen tersebut antara lain:

  • karoten, menimbulkan warna merah kekuningan, misalnya pada wortel
  • xantofil, menimbulkan warna kuning pada daun yang sudah tua
  • fikosianin, memberikan warna biru pada ganggang
  • fikosantin, memberikan warna cokelat pada ganggang
  • fikoeritrin, memberikan warna merah pada ganggang

b. Sel hewan

Gambar 1.11 Sel hewan.

Gambar 1.11 Sel hewan.

Berbeda dengan sel tumbuhan, sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Protoplasma hanya dilindungi oleh selaput yang tipis sehingga bentuk selnya relatif tidak tetap. Ada beberapa sel hewan yang selnya dilindungi oleh cangkang yang kuat dan keras, misalnya pada Euglena dan Radiolaria. Vakuola pada hewan umumnya berukuran kecil. Secara garis besar, perbedaan antara struktur hewan dengan tumbuhan bisa dilihat pada Tabel

 Tabel Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

No

Sel hewan

Sel tumbuhan

1

Tidak mempunyai dinding sel

Mempunyai dinding sel

2

Mempunyai sentrosom

Tidak mempunyai sentrosom

3

Tidak mempunyai plastida

Mempunyai plastida

4

Mempunyai lisosom

Tidak mempunyai lisosom

5

Cadangan makanan brupa lemak dan glikogen

Cadangan makanan berupa pati atau amilum

6

Ukuran Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.

Ukuran Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.

7

Bentuk Tetap

Bentuk Tidak tetap

8

Diktiosom

Badan golgi

9

Vakuola, Pada sel muda kecil dan banyak, pada sel dewasa tunggal dan besar

Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola yang berukuran kecil baik pada sel muda maupun sel dewasa

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat membedakan kondisi antara sel hewan dan tumbuhan.


Artikel lainnya: Apa Itu Vesikel Apa Itu Liposom Fungsi Dinding Sel Tumbuhan Jenis Organel sel Hewan dan Tumbuhan Apakah Monera Mempunyai Dinding Sel?

One thought on “Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *