Filum Oomycota dan Myxomycota

By | April 14, 2014

Filum Oomycota dan Myxomycota- Protista mirip jamur mempunyai struktur tubuh dan cara bereproduksi yang berbeda dari kelompok jamur pada umumnya. Protista mirip jamur gerakan dan reproduksinya mirip dengan Amoeba sehingga dimasukkan dalam anggota Protista. Termasuk anggota Protista mirip jamur adalah filum Oomycota dan Myxomycota. Beberapa filum pada jamur adalah sebagai berikut.

1) Filum Oomycota/Jamur Air. Jamur ini hidup di tempat yang lembap atau air, oleh sebab itulah disebut sebagai “jamur air”. Bagaimana bentuk dari jamur ini? Perhatikan Gambar 5.22!

Gambar 5.22 Saprolegnia

Gambar 5.22 Saprolegnia

Terlihat bahwa benang-benang hifanya tidak bersekat melintang dan dijumpai inti dalam jumlah yang banyak. Dinding selnya terdiri atas selulose. Ciri khas dari jamur ini adalah menghasilkan sel berflagela yang berguna untuk berenang di dalam air, sedangkan pada jamur yang lain tidak pernah menghasilkan flagela. Oleh karena itulah filum ini dimasukkan dalam Protista.

Bagaimana cara jamur air memperbanyak diri? Seperti pada organisme lain, jamur ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dia menghasilkan spora berflagel yang disebut “zoospora” dan secara seksual dengan membentuk gamet jantan dan betina, kemudian terjadilah fertilisasi dan terbentuklah zigot yang tumbuh menjadi oospora yang mempunyai dinding tebal. Pada waktu terjadi fase istirahat, dinding ini digunakan untuk perlindungan, kemudian oospora akan tumbuh menjadi benangbenang baru yang disebut hifa. Apa peranan jamur ini? Organisme-organisme ini mempunyai sifat ekonomis yang tidak begitu penting. Misalnya, Saprolegnia hidup sebagai saprofit pada bangkai-bangkai hewan di air seperti yang Anda lakukan pada Kegiatan Kelompok di atas. Dengan demikian, di dalam air tidak dipenuhi bangkai makhluk hidup dan sampah. Phytophthora (jamur karat putih) sebagai parasit, misalnya P. nicotinae parasit pada tembakau, P. palmifera pada kelapa, P. infestans pada kentang.

2) Filum Myxomycota/Jamur Lendir. Anggota kelompok ini dikenal sebagai jamur lendir karena mempunyai masa berlendir yang menyebar dalam daur hidupnya yang disebut dengan plasmodium’. Plasmodium ini mempunyai banyak nukleus. Apa yang dimaksud dengan ‘plasmodium’? Pengertian ‘plasmodium’ di sini tidak sama dengan plasmodium malaria seperti yang sudah Anda pelajari di depan. Plasmodium merupakan masa protoplasma yang telanjang (tanpa dinding), ukuran dan warnanya sangat beragam, dan dapat berubah-ubah bentuknya pada saat merayap di atas permukaan substrat atau medium yang ditempatinya. Dalam keadaan yang menguntungkan, misalnya tersedia makanan, maka plasmodium dapat bergerak-gerak seperti Amoeba menyerbu makanannya tersebut sambil tumbuh, sehingga ukurannya semakin bertambah.

Apabila keadaan tidak sesuai untuk pertumbuhan, misalnya kekeringan atau tidak ada makanan, maka organisme ini menjadi tidak aktif dan akan berubah sifatnya menjadi tubuh buah/tangkai-tangkai yang akan menghasilkan spora seperti jamur. Spora tersebut akan tumbuh dan berkembang, kemudian menjadi matang. Setelah matang, akan pecah dan akan menyebar dibantu oleh angin. Jika jatuh di tempat yang cocok, maka akan berkecambah dan membentuk sel-sel tunggal yang bergerak dengan flagela dan pseudopodia. Selanjutnya, sel-sel itu berpasangan dan mulailah terjadinya pembentukan plasmodium yang baru.

Dengan keunikan dalam daur hidupnya, maka jamur ini dikelompokkan dalam anggota Protista seperti jamur. Agar lebih jelas, cobalah amati Gambar 5.23 berikut ini!

Gambar 5.23 Pertumbuhan Myxomycota

Gambar 5.23 Pertumbuhan Myxomycota

Keterangan:

a) Tahapan plasmodium/amoeboid

b) Berkumpul dan bergerak memusat

c) Bentukan seperti siput tak bercangkang bergerak menuju cahaya

d) Pergerakan berhenti, mulai terbentuknya sporangium

e) Kepala sporangium (badan buah)

f) Sporangium saling berkumpul

Makanan apa saja yang dibutuhkan jamur tersebut? Jika kita lihat dari tempat hidupnya, yaitu hidup di hutan basah, batang kayu yang membusuk, sampah basah, tanah lembap, maka makanan yang dibutuhkan adalah bahan organik, bakteri, daun, atau kayu-kayu yang mati.

Gambar 5.24 (a) Jamur lendir Physarum (b) Dictyostelium

Gambar 5.24 (a) Jamur lendir Physarum merupakan jamur lendir tak bersekat, sel-selnya tidak dapat dipisahkan, dan (b) Dictyostelium merupakan jamur lendir bersekat, sel-selnya dapat dipisahkan

Perhatikan contoh dari jamur lendir antara Physarum dan Dictyostelium! Berdasarkan gambar terlihat adanya perbedaan, yaitu ada tidaknya sekat. Untuk itulah jamur lendir ini dikelompokkan dalam dua tipe, yaitu jamur lendir tidak bersekat seperti Physarum dimasukkan dalam Myxomycota dan jamur lendir bersekat seperti Dictyostelium discoideum dimasukkan dalam Acrasiomycota. Apa perbedaan kedua tipe jamur tersebut? Karena Myxomycota tidak bersekat maka sel-selnya tidak dapat dipisahkan dan mempunyai banyak inti, sedangkan yang bersekat Acrasiomycota berupa kumpulan sel-sel yang dapat dipisahkan.

Apa peranan jamur lendir bagi kehidupan? Sama halnya dengan jamur air, beberapa jamur lendir jika hidup parasit pada tanaman akan menginfeksi akar tanaman yang menyebabkan pembengkakan akar dan penyakit yang dikenal dengan ‘bengkak akar’. Tanaman yang terserang jamur ini akarnya akan membusuk dan lama kelamaan akan mati. Infeksi terjadi bila zoospora menembus anak akar tanaman inangnya dan segera menjadi miksamoeba (organisme amoeboid yang telanjang) yang tumbuh menjadi plasmodium.

Selanjutnya, plasmodium akan tumbuh sehingga ukurannya bertambah yang mengakibatkan akar-akar tanaman inang membengkak. Saat infeksi itu berlangsung, spora-spora pun ikut terbentuk dan akan menghuni sel-sel tanaman inang sampai sel-sel itu menjadi busuk, kemudian spora-spora dibebaskan dan siap menginfeksi bibit tanaman baru, seperti pada kubis dan kentang yang dapat rusak sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan akhirnya akan mati sebelum waktunya. Misalnya, Phytium penyebab penyakit rebah semai yang merusak bibit tanaman.


Artikel lainnya: Protista Mirip Jamur (Jamur Lendir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *