Struktur Sel Eubacteria

By | March 16, 2014

Struktur Sel Eubacteria. Bakteri tidak hanya organisme hidup terkecil tetapi juga yang paling tampak adaptasinya juga. Mereka juga disebut Eubacteria untuk membedakan mereka dari kelompok organisme uniseluler lain yang disebut archaea. Fitur struktural Eubacteria adalah salah satu kunci keberhasilan mereka yang mencolok.

Jenis Eubacteria

Bentuk yang paling umum adalah kokus (berbentuk bola), berbentuk batang dan spiral. Banyak bakteri diklasifikasikan menggunakan uji Gram, yang mengidentifikasi bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif. Bakteri biasanya antara 0,5 dan 5 mikrometer diameter, di mana mikrometer adalah satu juta dari satu meter.

Fitur Eubacteria

Bakteri Gram-positif memiliki dinding sel luar yang tebal terbentuk dari jaringan polimer yang disebut peptidoglikan yang bertindak seperti jala kokoh. Membran sel terletak di bawah ini dinding sel luar. Bakteri Gram-negatif memiliki lapisan tipis peptidoglikan terjepit di antara membran luar dan  dalam. Membran luar mengandung molekul yang disebut lipopolisakarida, lipid (molekul berminyak) dengan rantai gula yang melekat. Bakteri juga mempunyai organ pelengkap yang disebut fimbriae yang mereka gunakan untuk melekat pada permukaan atau bakteri lainnya.

a. Struktur Bagian Luar Sel

Bagian luar sel bakteri terdiri atas kapsul, dinding sel, dan membran plasma.

  1. Kapsul. Kapsul merupakan bagian paling luar berupa lapisan lendir. Kapsul berfungsi sebagai pelindung sel dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan.
  2. Dinding sel. Dinding sel berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel tersusun atas hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan (protein dan asam amino).
  3. Membran sitoplasma. Membran sitoplasma tersusun atas lapisan lipoprotein (fosfolipid dan protein) yang bersifat permeabel dan berperan untuk mengatur keluar masuknya zat-zat di dalam sel bakteri.

b. Struktur Bagian dalam Sel

Gambar Struktur Bakteri

Bagian dalam sel bakteri terdiri atas DNA, mesosom, ribosom, plasmid. dan endospora.

  1. DNA. DNA merupakan materi inti genetik sebagai pembawa sifat pada makhluk hidup, khususnya bakteri.
  2. Mesosom. Mesosom merupakan bagian dari membran sitoplasma yang mengalami pelipatan. Mesosom berperan dalam sintesis dinding sel serta pada pembelahan nukleus (inti sel).
  3. Ribosom. merupakan bagian dari organel sel yang berperan utama dalam proses sintesis protein di dalam sel.
  4. Plasmid. Plasmid berbentuk seperti cincin, terdapat di dalam sitoplasma, dan berfungsi sebagai alat pertahanan sel terhadap lingkungan yang ekstrim.
  5. Endospora. Endospora merupakan spora/struktur yang berdinding tebal yang terbentuk saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan bagi bakteri (panas, dingin, dan kering). Endospora akan kembali menjadi sel bakteri saat kondisi lingkungan membaik.

c. Flagela

Flagela merupakan alat gerak bakteri dengan bentuk seperti rambut dan tersusun atas senyawa protein yang bernama flagelin. Jumlah dan letak flagela dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

d. Pili (Fimhriae)

Pili memiliki bentuk seperti benang filamen dan banyak dimiliki oleh bakteri gram negatif. Ukurannya lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili tidak berfungsi sebagai alat gerak melainkan sebagai gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya proses konjugasi.

Dampak Eubacteria

Bakteri tidak memiliki organel atau kompartemen yang kompleks seperti dalam sel-sel tumbuhan dan hewan memiliki. Mereka tidak memiliki nukleus, meskipun DNA mereka terbatas pada daerah nucleoid. Sama seperti pada tumbuhan dan hewan, setelah DNA telah disalin ke sebuah transkrip RNA, kompleks multimolecular protein dan RNA yang disebut ribosom menggunakan petunjuk di transkrip RNA untuk membuat protein.

Ciri-ciri khusus Eubacteria adalah:
1) Dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.
2) Membran selnya mengandung lipid berikatan eter.
3) Ribosomnya mengandung beberapa jenis RNA-polimerase.

Contoh eubacteria:
Dalam bidang industri makanan:
a) Lactobacillus caseiberperan dalam pembuatan keju dan yoghurt.
b) Acetobacter xylinumberperan dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco.
c) Streptococcus lactisdan S. cremorisberperan dalam pembuatan keju dan mentega.
d) Lactobacillus bulgaricusberperan dalam pembuatan yoghurt (susu asam).
e) Spirulinaberperan dalam pembuatan PST (protein sel tunggal).

2) Dalam Bidang Obat-obatan dan Vitamin
a) Bacillus brevisberperan dalam pembuatan antibiotik tirotrisin.
b) Bacillus subtilisberperan dalam pembuatan antibiotik basitrasin.
c) Bacillus polymyxaberperan dalam pembuatan antibiotik polimiksin.
d) Streptomyces griseusberperan dalam pembuatan antibiotik streptomisin.
e) Pseudomonas denitrificansberperan dalam pembuatan vitamin B12.
f) Streptomyces venezuelaeberperan dalam pembuatan antibiotik kloromisin.
g) Streptomyces aureofaciensberperan dalam pembuatan antibiotik aureomisin.
h) Streptomyces rimosusberperan dalam pembuatan antibiotik tetrasiklin


Artikel lainnya: Bentuk dan Struktur Eubacteria Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria Jenis Bakteri Berdasarkan Tempat Hidupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *